Bupati Batubara OK.Arya mengatakan bahwa masalah dengan PT Kwala
Gunung sudah berlarut dan kalau perlu Pemkab Batubara akan membeli
perusahaan itu.
“Kita tidak mau ada masalah dan kalau perlu akan kita greder dan akan
kita titipkan uangnya nanti di Pengadilan”, kata OK.Arya didepan Sidang
DPRD Batubara, Selasa (4/10).
Dalam acara ini hadir juga Danrem 022/Pantai Timur , Aslog Kasdam
I/Bukit Barisan, Dandim 0208/Asahan, pihak Kemenkumham, dan dari pihak
BPN.
“Pihak Direksi tidak pernah mau hadir dalam setiap pembicaraan dan
kalau dalam dua hari ini tidak diserahkan, tidak akan kita
rekomendasikan perpanjangan izin HGU nya”, kata OK Arya.
Sementara pengacara PT Kwala Gunung Tripurno Widodo SH mengatakan
bahwa pihaknya siap menyerahkan lahan apabila ada peraturan yang jelas.
“Namun karena di Batubara banyak perusahaan perkebunan, maka alangkah
akan lebih adil kalau hal ini juga dikenakan kepada perusahaan
perkebunan lain”, kata Widodo.
Sebelumnya, Hotman Saragih dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)
kabupaten Asahan telah menyampai kan bahwa status hukum HGU PT Kwala
Gunung masih dalam proses.
“Masih ada 15 item yang belum dilengkapi oleh PT Kwala Gunung salah
satu diantaranya adalah rekomendasi dari Pemkab Batubara”, kata Hotman.
Disisi lain, permasalahan PT Kwala Gunung memang banyak menyedot
perhatian masyarakat Batu Bara di antara Sekjend DPD KNPI Kab. Batu Bara
Ismar Khomri SS, menurutnya petangguhan atau proses pengurusan ijin HGU
PT Kwala Gunung sudah memakan waktu cukup lama sudah mecapai lebih
kurang 10 tahun, menurutnya pemkab Batu Bara sudah berbuat benar, untuk
mengambil alih tanah HGU dan dapat digunakan untuk kepentingan Publik,
apalagi masyarakat Batu Bara hari ini sangat membutuhkannya dan ini
seharusnya di perjuangkan dengan berbagai upaya. “cetus Pemuda yang juga
anggota DPRD dari fraksi Golkar ini.
Masi menurut pemuda yang berasal dari desa Perupuk ini, pihaknya
dalam waktu dekat akan melaukan kelengkapan proses yang sedang dilakukan
salah satunya menyiyapkan kwasan Kwala Gunung sebagai wilayah yang
termasuk dalam tata ruang pembangunan Pemkab Batu Bara.
“kita optimis ini akan bisa kita perjuangkan, asalkan perjuangan buat
masyarakat Batu Bara, kita tidak akan pernah mundur selangkahpun,
mendukung upaya Bupati Batu Bara H. OK Arya Zulkarnain SH,MM.****
Wednesday, January 4, 2017
2016Sepekan Ops Zebra, 145 Ditilang
Sepekan pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2016 berlangsung, Polres Batubara telah melakukan Tindakan Langsung (Tilang) terhadap 145 pelanggaran dan menegur 70 orang , baik kenderaan roda dua maupun roda empat.
Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SiK melalui Kasat Lantas AKP Nasib Manurung, Rabu (23/11) kepada Wartawan menjelaskan, tehitung sudah seminggu ops zebra toba digulirkan tanggal 16 kemarin, jumlah terbesar pelanggaran didominasi pengendara roda dua yang berkendara tanpa menggunakan helm sebanyak 44 kasus disusul penggunaan lampu utama dengan 29 kasus. Kelengkapan surat roda dua 13 kasus dan berboncengan lebih dari 1 orang sebanyak 12 kasus.
“Pelanggaran lain juga berbalik arah saat membelok arah tanpa memberi isyarat dengan dua kasus,”ujarnya.
Menurut Manurung, pelanggaran juga terjadi pada pengendara roda empat sebanyak 32 kasus dengan terbanyak pelanggaran melebihi muatan sebanyak 19 kasus.
Pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman sebanyak 6 kasus, melawan arus 4 kasus dan kelengkapan surat dengan 3 kasus.
“Seminggu ini operasi zebra di Batubara, terjadi dua kasus kecelakaan dengan korban ringan satu orang, luka berat satu orang dengan kerugian materiel sebesar Rp.2.160.000,”terangnya.
Karenanya Manurung berharap dengan adanya pelaksanaan operasi ini kesadaran para sopir dan pengendara roda dua bisa meningkat untuk keamanan, keselamatan ,ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. “Kalau masih bisa kita maafkan, para pengendara dan pengemudi cukup kita berikan teguran supaya pelanggaran tidak terulang lagi”,katanya.
Karyawati Ternak Ayam Dirampok, Sepeda Motor Dibawa Kabur
Ratnauli Br lubis (44) karyawati ternak ayam , warga Dusun 2 Desa Parkotaan Kecamatan Air Putih Batubara, dirampok seorang pria bersebo ditengah perkebunan kelapa sawit Rabu (23/11) sekitar pukul 08.00 wib. Tidak jauh dari rumahnya.
Informasi diterima wartawan akibat kejadian itu korban mandi darah dan kehilangan satu unit honda supra X 125 BK 4571 0AD warnaH merah, uang kontan Rp 1,5 juta serta sepasang anting seberat 1 gram yang disimpan didalam jok kereta.
Kepada Wartawan korban yang masih tergeletak lemas didampingi kerabatnya mengatakan, pagi itu sekitar pukul 7,30 dirinya mengendarai sepeda motor mengantarkan anaknya sekolah ke Indra Pura.
“Habis kesitu saya lansung belanja dan membeli lontong untuk sarapan pagi lalu pulang, berjarak lebih kurang. 200 meter dari rumah saya, tiba tiba ada orang melemparkan batang ubi dari celah pohon kelapa sawit kearah lingkar keretaku, sehingga aku terjatuh. Setelah terjatuh orang bersebo itu menunjangnya dari belakang, tidak sampai disitu orang itu juga memukuli kepala dan muka korban hingga ia tidak sadarkan diri,”terang Ratnauli.
Setelah sadar ia langsung meminta tolong kepada warga sekitar perkebunan sawit. Mendengar orang minta tolong, warga sekitar perkebunan langsung ber hamburan menolong korban dan dibawa ke klinik terdekat.
Warga sekitar berusaha mencari keberadaan pelaku,yang diduga melarikan diri ke arah Indra Pura lewat tanggul Perkotaan, namun sayangnya tidak menemukan pelaku dan hanya mendapatkan plat nomor polisi dan dompet tidak berapa jauh dari TKP korban.
Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SiK melalui Kanit Reskrim Polsek Indra Pura IPTU J Sinaga di TKP, membenarkan peristiwa perampokan terhadap korban Ratnauli Br Lubis.
” Kita sudah mengumpulkan beberapa barang bukti dan juga saksi saksi, atas kejadian yang menimpa korban dan kita juga sudah mengantongi ciri ciri pelaku,”kata Sinaga.
Kadis Pertanian Minta Padi Inpari 30, Hasilkan 9,12 Ton Perhektar Segera Ditularkan Pada Penani Lain
Kadis Pertanian Kabupaten Batubara Ajijul Mukahar mengharapkan hasil pengkajian padi Inpari 30, hasilkan 9,12 Ton perhektar, supaya ditularkan kepada petani yang lain. Tidak hanya dinikmati Kelompok Tani Maju Karya Tani.
“Kita harapkan petani segera lakukan persemaian, air tidak ada masalah segera lakukan pengolahan tanah,” pinta Ajijul, dalam temu lapang dan panen ubinan kegiatan pengkajian perakitan paket teknologi Spesifikasi lokasi dalam peningkatan produktivitas padi sawah irigasi melalui pendekatan PTT di Desa Titi Payung, Rabu (24/8).
Katanya, panen padi ubinan varietas Inpari 30 yang menghasilkan 9,12 ton perhektar ini harus ditularkan ke petani lain, sehingga harapan kita ketahanan pangan meningkat, kesejahteraan petani juga semakin baik.
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP) DR Andriko Noto Susanto,SP MP, Kepala BP3KP Sahala Nainggolan, Danramil 02 Indrapura Kapten Inf J.Sinaga, Kepala UPT Pertanian Airputih Selamat.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP) DR Andriko Noto Susanto,SP,MP mengharapkan, sebelum merekomendasikan teknologi pertanian, kita lakukan pengkajian bersama petani, setelah melihat hasilnya secara bersama – sama hendaknya kita terapkan.
Untuk paket A ubinan yang diberikan pupuk kandang dengan pola 21 dapat menghasilkan 9,12 ton perhektar gabah kering panen, padahal rata-rata 5,4 ton, dengan harga dasar 4600.
“Pengkajian yang dilakukan BPTP Sumut bersama Kelompok Tani Maju Karya Tani, Desa Sipare-pare ini menggunakan padi varietas Inpari 30, sistem legowo 21, diberikan pupuk 2 ton perhektar,”kata Andriko.
Ribuan Ummat Muslim di Batu Bara Seruhkan Tangkap Ahok
Ribuan ummat muslim yang tergabung dalam Aliansi Ummat Islam dan Ormas Islam Kabupaten Batu Bara tumpah kejalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, mereka melakukan Long Mars dari Lapangan Bola kaki Lima Puluh menuju Mapolres Batu Bara, ribuan ummat islam tersebut mendesak Kepolisian Republik Indonesia segera menangkap Gubernur DKI Jakarta Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama yang telah menistakan ayat suci Al Qur’an dan agama Islam serta para ulama. Jumat (21/10).
Adapun ormas Islam yang ikut melakukan unjuk rasa diantaranya, dari FPI, Isarah,Muhammadiyah,JPRMI, Sakira,Formit,Muslimat Alwashliyah, GPA,IPA,Himmah, Himsu,Majelis Taklim Al Adalah,GPK,GPII, beserta Ibu-ibu perwiritan dan berbagai pengajian yang ada di Kab. Batu Bara.
Menurut Koordinator Aksi Ustad Al As’ari dalam orasinya menyampaikan ummat Islam yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Batu Bara sangat mencintai perdamaian sesama warga negara, dalam hal ini ummat islam di Batu Bara terpanggil hatinya untuk turun kejalan, karena Ahok telah terbukti melakukan penistaan agama Islam sesuai dengan kajian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat yang menyatakan bahwa saudara Ahok telah memenuhi unsur penistaan terhadap agama Islam, dan menodai Al Qur’an serta melecehkan ulama dan menghina ummat Islam.
” Tujuan utama gerakan ini Lillahitaala hanya mengharap ridha allah, agar Ahok penista agama ini segera ditangkap,” kata Al Asari kordinator aksi.
“dan apabila hukum di negeri ini tidak dapat menangkap ahok, maka jangan salahkan ummat Islam yang ada di Indonesia akan berjihad di Jalan Allah, “teriak koordinator aksi.
Pantauan Wartawan di lapangan Dari titik kumpul dilapangan bola kaki Limapuluh usai Sholat Jumat, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh H Nasrullah yang diikuti pembacaan doa oleh imam FPI Batubara Muhammad Yusri.
Dilanjutkan dengan orasi dari Majelis Ta’lim Aladalah Ahmad Hadian yang menggelorakan semangat peserta aksi agar memperjuangkan agama allah dari penghina agama allah.
” Kehadiran kita disini sebagai bukti pengamalan amar makruf nahi mungkar, jika penegak hukum tidak menegakkan hukum jangan salahkan umat islam mengambil alih peran mereka,” kata Hadian.
Ia juga mengatakan, kalau ada umat islam yang tidak terhina saat kitabnya dihina, patut dipertanyakan keimanan saudara seagama itu.
Aksi ini tidak ada urusan dengan agama Ahok, tidak ada urusan dengan etnis, dia menghina islam dan ini negara hukum maka penjarakan Ahok.
Usai berorasi di lapangan, ribuan massa aksi berjalan ke Mapolres Batubara Jalan Perintis Kemerdekaan yang langsung diterima oleh Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi yang langsung membagikan minuman kepada massa. Turut juga dihadiri DirPam Obvit Poldasu Kombes DR H Heri S.
Dalam sambutannya Heri menyampaikan terimakasih atas aksi yang berjalan secara damai ini.
” Saya akan bawa tuntutan umat islam Batubara ini ke Kapolda dan Kapolri, yakinilah negara ini negara hukum tidak ada yang kebal hukum dinegara ini, ” kata Heri.
” Saya akan bawa tuntutan umat islam Batubara ini ke Kapolda dan Kapolri, yakinilah negara ini negara hukum tidak ada yang kebal hukum dinegara ini, ” kata Heri.
Usai menyerahkan pernyataan sikap kepada Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi yang langsung diserahkan ke Kombes DR Heri S seluruh massa membubarkan diri dengan tertib namun dinyatakan bila satu minggu ini tidak ada kemajuan dari laporan umat islam ini maka akan turun massa yang lebih besar lagi
2016Pemekaran kecamatan kado Terindah HUT ke 10 Kabupaten Batu Bara
Pemerintah Kabupaten Batubara menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DPRD Batubara, sehubungan dengan rencana pemekaran kecamatan di Kabupaten Batubara.
Rencana pembentukan kecamatan tersebut telah memperoleh rekomendasi Gubernur Sumatera Utara, Nomor:138/10476 Tahun 2016 tentang Pembentukan Kecamatan Pagurawan, Kecamatan Laut Tador, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kecamatan Datuk Limapuluh dan Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubara.
Demikian disampaikan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain SH MM, dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa ‘Dirgahayu Kabupaten Batubara Ke-10, Kamis 8 Desember 2016, bertempat di Kantor DPRD Kabupaten Batubara.
‘Pemekaran kecamatan tersebut menjadi kado terindah bagi Kabupaten Batubara, pada Hari Ulang Tahun Kabupaten Batubara yang ke-10 tahun ini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, evaluasi
berdasarkan rekomendasi dimaksud menjadi bahan revisi Ranperda dan telah memperoleh pengesahan dari DPRD Kabupaten Batubara. Oleh karena itu, bupati kembali menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan respon positif dari DPRD Batubara.
berdasarkan rekomendasi dimaksud menjadi bahan revisi Ranperda dan telah memperoleh pengesahan dari DPRD Kabupaten Batubara. Oleh karena itu, bupati kembali menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan respon positif dari DPRD Batubara.
‘Semoga kedepan kita dapat saling bersinergi dalam mewujudkan tujuan dari pemekaran kecamatan yaitu memperpendek rentang kendali pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengefektifkan pemanfaatan ruang,”ujarnya.
Selain itu, OK Arya juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara sebagai tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) atas partisipasi dan dedikasinya dalam mengawal dan mendukung penyerapan anggaran dan pembangunan di Kabupaten Batubara.
‘Pembentukan Tim TP4D bertujuan meningkatkan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi dan mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional di pusat maupun di daerah,” ucap OK Arya.
Pada momen Hari Jadi Batubara ke-10 tersebut, OK Arya juga mengucapkan rasa hormat dan terima kasih sebsar-besarnya kepada unsur legislatif daerah, rekan-rekan unsur Forkopimda, para kepala SKPD di jajaran Pemerintahan Kabupaten Batubara serta seluruh elemen masyarakat, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung atas dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Batubara.
‘Saya mengajak seluruh jajaran satuan kerja perangkat daerah meningkatkan kinerja, pengabdian dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Mengajak seluruh lapisan masyarakat agar aktif bersama-sama pemerintah Kabupaten Batubara melaksanakan program dan kegiatan pembangunan baik yang sedang dan akan dilaksanakan,” ucapnya lagi.
di tambahkannya, Ok Arya juga sempat menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam dari Kabupaten Batu Bara atas wafatnya Hulman Sitorus (Calon Wali Kota Siantar), dan menurutnya dirinya akan segera kerumah duka. “Tutupnya.
Friday, December 30, 2016
Curi Tas Pengunjung Kolam Renang, Buruh Kilang Padi Dibogem Warga
Ikbal Syarif (24) warga Dusun VI Desa Simpang Dolok Kecamatan Lima Puluh harus merasakan pengapnya ruang tahanan Mapolres Batubara guna mempertanggun jawabkan perbuatannya.
Masalahnya pemuda yang sehari -harinya bekerja sebagai buruh Kilang Padi yang tidak jau dari rumahnya itu, tertangkap tangan oleh pengunjung Kolam Renang Water Park Banyuwangi Kelurahan Lima Puluh Kota, usai melakukan pencurian tas, Minggu (30/10).
“Pelaku diantar ke Mapolres Batubara sekira pukul 16.30wib, oleh pemilik kolam bersama beberapa warga penguNjung sebagai saksi yang mengamankan tersangka,” kata Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Rahmadani SH dan Kanit Resum Ipda R Sipayung kepada Wartawan, Selasa (1/11) diruangannya.
Dijelaskan, kejadian itu menimpa Ulfa Santika (19) mahasiswi, warga Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi. Saat itu korban sedang berenang dengan teman nya dan meletakan tasnya dipinggir kolam.
Berberapa menit kemudian korban hendak mengambil hp yang berada di dalam tasnya, namun tas tersebut hilang. Kemudian korban bertanya kepada pengunjung yang lain atas keberadaan barang miliknya.
“Seketika tempat itu geger dan melihat tersangka sedang memegang tas korban. Oleh pemilik dan pengunjung berhasil menangkap tersangka besama barang bukti tas warnah hitam berisikan, dua buah henpon, Leonovo, Nokia dan satu buah jam tangan merek crysten arden dan diserahkan ke Mapolres Batubara,”kata Rahmadani.
Lebih jauh dikatakan, tersangka saat ini ditahan dan pemeriksaan saksi-saks guna pengembangan lebih lanjut.
Informasi diterima wartawan, pada hari itu sebelum diserahkan kepolisi, pelaku sempat jadi bulan-bulanan bogeman warga pengunjung Kolam Renang Water Park Banyuwangi yang merasa kesal terhadap pelaku.****
Subscribe to:
Posts (Atom)






